JSS Karel Doorman, Kapal Multifungsi Kebanggaan Belanda

tumblr_mnoa4sfOF61r1fi6go1_500

berkaca dari kasus pencarian Air Asia, disitu terlihat jelas bahwa TNI AL kekurangan sebuah platform yang mampu memberikan support terhadap armadanya, terutama terkait dengan support RAS (Replenishment at Sea) sekaligus platform kapal yang mampu memberikan dukungan terhadap armada helikopter berbadan besar yang dimiliki oleh AU dan AD semacam Mi-35 dan Super Puma yang turut dilibatkan dalam operasi tersebut. Belum lagi beberapa kapal RAS yang dimiliki oleh TNI AL sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk mendukung operasi laut dalam skala besar.

Hasilnya sangat vital dan fatal, beberapa kapal TNI AL terpaksa harus kembali ke base-nya setelah seminggu melakukan pencarian dan mengurangi efektifitas operasi pencarian. Tentu saja beragam evaluasi telah dilakukan terhadap pencarian Air Asia itu dan TNI AL tentunya akan berbenah diri dengan menggunakan hasil evaluasi yang ada. Apabila suatu saat nanti TNI AL berkeinginan untuk memiliki sebuah kapal multifungsi yang mampu memberikan support terhadap armadanya sekaligus mendukung operasi amfibi dan pergerakan armada helikopter dilautan maka JSS Karel Doorman ini mungkin saja bisa menjadi sebuah solusi yang bisa ditawarkan untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks kedepannya bagi TNI AL.

kri5

Karel Doorman adalah sebuah kapal multi fungsi yang mampu mensupport operasi amfibi sekaligus melakukan suport dalam kegiatan RAS (Replenishment at Sea) terhadap kapal-kapal lainnya yang sedang beroperasi di lautan. Kapal ini sendiri di AL Belanda direncanakan untuk menggantikan kapal Oiler HNLMS Zuiderkruis dan HNMLS Amsterdam. Kapal Joint Support Ship ini direncanakan akan diresmikan tahun 2015 ini. Dengan panjang 204.7 metre ( sekitar 672 kaki) kapal ini tentu saja akan menjadi yang terbesar yang pernah dioperasikan oleh AL Belanda. Kapal ini dibuat oleh galangan Damen di Galati, Romania. Pada tanggal 16 August 2013 kapal ini tiba di Vlissingen.

Untuk mendukung operasi maritim kapal ini memiliki dua tiang Replenishment-At-Sea (RAS), kapasitas ini mampu menyimpan sekitar 8000 m3 bahan bakar, lebih dari 1000 m3 bahan bakar helikopter, dan kira-kira 450 m3 air minum dan sekitar 400 ton amunisi dan perlengkapan lainnya.

Kapal ini memiliki lift dan derek dengan kapasitas hingga 40 ton, roll on / roll off fasilitas untuk kendaraan, dan konstruksi steel beach stern untuk menampung pengalihan kargo melalui kapal pendarat. Kapal ini dilengkapi dengan dua kapal pendarat LCVP.

Untuk operasi di laut kapal ini memiliki dek helikopter dengan tempat pendaratan yang mampu digunakan untuk mengoperasikan dua helikopter Chinook secara bersamaan, dan hanggar dengan kapasitas penyimpanan hingga 6 helikopter berukuran sedang, termasuk Seahawk, Apache, dll.

Kapal ini dapat menampung hingga 300 personel, yang 159 adalah awak kapal. Dia juga memiliki kamar perintah untuk staff perwira tinggi dan fasilitas rumah sakit besar dengan 20 area perawatan, dan dua kamar operasi. Fleksibilitas modular memungkinkan konfigurasi kabin sementara untuk ruang pengungsi atau tahanan.

Dalam posisi off shore, kapal ini dirancang untuk bertindak sebagai Platform Operasi pendukung serangan amfibi pasukan darat dengan memberikan dukungan logistik dan menyediakan perlengkapan bagi pasukan pendarat dan dukungan helikopter (baik itu helo transportasi dan serang).

Aspek Persenjataan dari JLSS jelas lebih lengkap dibandingkan dengan kapal LPD standard dan kapal Oiler/Replenishment pada umumnya, tapi tentu saja tujuan utamanya untuk pertahanan diri. Dalam sebuah operasi militer kapal ini akan membutuhkan perlindungan tambahan dari sebuah fregate atau kapal sekelas Destroyer.

Dua sistem Goalkeeper CIWS mampu melindungi kapal terhadap rudal dan pesawat yang masuk pada jarak pendek, sedangkan dua Oto Melara Marlin WS 30mm rapid cannon mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap sasaran permukaan kecil seperti fast attack boats dan helikopter ringan. Kapal ini juga dilengkapi dengan 4 senjata 12,7 mm Oto Melara Hitrole NT. Persenjataan yang sama telah dipilih untuk Holland-kelas kapal patroli lepas pantai. Semua sistem senjata JLSS sudah terotomatisasi dari Command and Control Room.

Karel Doorman sendiri memiliki sistem sensor suite yang sama dengan Holland class OPV. Semua sistem sensor yang bertempat di thales i-Mast (integrated mast) yang disediakan oleh Thales Nederland, yang terdiri dari Seamaster 400 SMILE air warning radar, satu unit SeaWatcher 100 active phased-array surface detection and tracking radar dan GateKeeper infra-red/electro-optical (EO) warning system. Dengan sistem ini kapal dapat memantau hingga sejauh 140 nm dengan menggunakan Integrated Sensor and Communication Systems (ISCS), yang dibuat oleh Thales Nederland.

Meskipun Karel Doorman baru saja selesai uji coba dan belum diresmikan oleh Angkatan Laut Belanda, pada tanggal 6 November 2014 kapal ini dikirim dalam sebuah misi selama tiga bulan ke Afrika Barat untuk memberikan bantuan kepada negara-negara yang terpukul serangan Virus mematikan Ebola. Kapal ini mengangkut berbagai macam kargo yang berbeda dalam 91 kontainer dan sekitar 155 kendaraan, termasuk ambulan. Pada tanggal 18 November kapal ini tiba di Freetown, Sierra Leone untuk misi offload pertamanya. Setelah misi offloadnya yang ketiga di Liberia, kapal ini kembali ke Belanda untuk menjemput muatan kargonya yang lain.

kri

Source : MadokaFC

Posted on March 15, 2015, in MasakanNyokap and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Berikan Komentar Anda Tentang Artikel Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: