Para Penyebar “Energi Negatif”

Kalau menurut penerawangan saya, ada 5 type komentator dgn “energi negatif” disitu. Bisa salah satu atau kombinasi dari 5 type itu.

1. Win-Exist, “Aku Menang maka Aku Ada”
—————————————————-
Type ini umumnya para ABG, alay atau anak-anak muda yang haus perhatian, emosional dan cenderung mau menang sendiri. Opini pertama yang sudah dikeluarkannya, baik itu hasil pemikirannya yang mendalam atau sekedar nyablak, harus dipertahankan mati-matian karena ini menyangkut masalah harga diri. Kalah dalam berdebat artinya dia akan menjadi bukan siapa-siapa. Karena itu menang dalam berdebat adalah keharusan karena ini menyangkut masalah existensi dan harga diri. Dalam contoh extrem jika mereka sudah bilang Indonesia adalah negara kontinental, sampai akhir diskusi premis ini harus tetap dipertahankan, tidak perduli seberapa banyak pun kita menunjukkan bukti. Meski dalam hati mereka sudah mengakui kita benar, tapi dari komentar-komentarnya mereka tidak akan mau mengakui itu. Karena konsep tadi itu, – aku harus menang sebagai bukti bahwa aku memang “dianggap”, punya “peran” dan exist di dunia ini -.

2. Realistic, “Yang nyata-nyata aja deh”
————————————————-
Type ini adalah orang-orang yang berpikir linier dan inside the box. Mereka sulit berpikir multidimensi dan out of the box karena dalam keseharian mereka seperti itulah segala sesuatunya terjadi. Tanpa bukti dan persamaan yang masuk akal, maka hal itu dianggap tidak pernah dan tidak akan terjadi. Meski kita bilang ada 5 buah kapal tapi kalau didepannya hanya ada 2 kapal, ya hanya 2 itulah yang menjadi anggapan mereka. Kita sibuk menjelaskan ada 3 lagi yang tidak bisa ditunjukkan pun tidak akan masuk ke akalnya mereka. Apalagi kalau ternyata ada alasan lain yang juga menunjang pendapat mereka, misalnya ada satelit yang bisa memantau, anggaran terbatas dan lain sebagainya maka semakin kuatlah mereka dengan anggapan itu.

3. Blurring-Things, “Kayanya bukan gitu tapi gini”
————————————————————-
Kalau type yang ini mungkin sebenarnya termasuk orang yang percaya kita benar tapi demi mengaburkan informasi dia membantah premis yang kita ajukan. Motivasi pengaburannya bisa untuk melindungi rahasia negara atau bisa juga karena agenda tersendiri. Jika orang tersebut tetap menjaga semangat nasionalisme, kemandirian dan kemampuan bangsa, dan semangat kebersamaan maka mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun jika metoda pengaburan informasinya sambil menjelekkan bangsa sendiri, meragukan kemampuan kita dan cenderung memancing keributan maka kita patut mempertanyakan agenda yang dibawa orang tersebut.

4. Underminer, “Indonesia tidak sehebat itu”
————————————————————–
Ini type orang-orang yang selalu mengedepankan ide-ide bahwa segala sesuatu yang dari luar pasti lebih baik dari kita. Atau kita tak akan pernah sebaik yang dari luar apalagi melebihinya. Penyebabnya mungkin karena mereka sudah terlalu lama di”cuci otak” oleh media asing atau yang dikuasai asing. Atau karena sebab lain, yang lebih berbahaya, yaitu membawa agenda yang lebih mendahulukan kepentingan asing. Entah karena sebab ekonomi atau politik atau keduanya, atau bahkan dia adalah orang asing yang mampu berbahasa Indonesia, orang ini akan selalu mengajukan premis-premis yang bertujuan untuk mengikis kepercayaan diri kita sebagai bangsa dan meragukan kemampuan bangsa kita sendiri.

5. Data-mining “Hayo… terus terus, apa lagi?”
——————————————————–
Salah satu cara terbaik untuk memancing orang untuk berbagi informasi lebih banyak lagi adalah dengan memancing ego-nya. Bisa dengan cara menyanjung atau sebaliknya dengan merendahkannya atau meremehkannya. Menghadapi sanjungan kita mungkin akan lebih mudah mengerem info yang akan kita berikan, namun dalam keadaan marah atau tersinggung, kita bisa menjadi lepas kendali dan tanpa disadari membeber semua informasi yang seharusnya kita tutup rapat-rapat. Secara personil, mereka tidak ada masalah dengan kita, namun demi mengumpulkan info sebanyak-banyaknya, mereka menggunakan bahasa-bahasa yang menyinggung dan memancing emosi kita. Harapannya adalah mereka bisa mendapat informasi rahasia yang berguna dari kita yang sedang “sibuk” mempertahankan “harga diri” kita. Hati-hati, bisa saja mereka adalah agen asing yang bertugas untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari negara kita untuk kemudian menjadi salah satu bahan referensi pengambilan keputusan di negara mereka.

*****

Demikin menurut saya apa yang bisa saya simpulkan dari para penyebar “energi negatif” di  di formil-formi lainnya. Karena penerawangan ini sifatnya personal maka mohon dikoreksi jika ada yang dianggap tidak pas. Tujuan saya juga adalah agar kita bersama mencari antidotnya karena saya kok merasa perang proxy yang satu ini makin lama makin kuat intensitasnya.

Salam NKRI Jaya!

Posted on November 30, 2014, in MasakanNyokap and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Berikan Komentar Anda Tentang Artikel Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: