Teks Pengajian KH SYUKRON MA’MUN

Jangan hasud!!!

diri kita ini kotoran kotoran penyakit penyakit rohani,rasulullah s.a.w bersabda : iyyakum wal asada fainnal hasada ya’kulul hasanat, jauhkanlah oleh engkau sifat hasad sifat dengki iri hati,sesungguhnya sifat hasad hasud itu akan makan kebaikanmu,sebagaimana api makan kayu bakar,kita sholat kita puasa kita beramal baik,amal kita numpuk kaya tumpukan kayu bakar,tetapi sedikit ada sifat sentimen terhadap orang lain,hasud terhadap orang lain,maka semua amal kita yang numpuk tadi akan dibakar oleh sifat hasud itu,sebagaimana api memakan kayu bakar,nauzubillah,oleh sebab itu kita tidak boleh iri hati dengan orang lain.

percayalah bahwa nasib itu yang mengatur allah,di dalam quran allah menyatakan ahum yaqsimuna rohmata robbi,nahnu qosamna bainahum maisyatan fil hayatiddunya,warofa’na ba’dohum fauqo ba’din darajat : apakah mereka yang membagi2kan rahmat allah,apakah mereka kyai atau pemimpin yang membagi2 ni’mat allah?, tidak! kami kata allah yang membagi2kan rahmat kami,kami angkat sebagian,warofa’na ba’dokum fawqa ba’din darojat,ada yang diangkat oleh allah dikasih ilmu lebih banyak,dikasih harta lebih banyak,dikasih pangkat lebih tinggi,itu semua Allah yang menentukan nasib

mengapa? agar manusia saling butuh membutuhkan,orang yang berilmu,seorang guru membutuhkan murid,seorang kyai membutuhkan santri,seorang pemimpin membutuhkan rakyat,rakyat pun membutuhkan pemimpin,dijadikan oleh Allah itu kehidupan tidak sama,

maka saya sering katakan,tidak ada sekolah nasib,yang ada sekolah mencari ilmu,apakah setelah mencari ilmu mendapat ijazah dari satu perguruan tinggi yang sama lalu nasibnya sama??? belum tentu…

ilmu boleh dituntut,usaha boleh ditiru,orang dagang beras kaya,orang dagang batik kaya,orang dagang meubel kaya,usaha boleh ditiru,ilmu boleh dicari,tetapi nasib ditangan Allah

belum tentu ilmu yang sama menghasilkan nasib yang sama,belum tentu usaha yang sama menghasilkan nasib yang sama,Allah yang mengatur nasib ini

ketika saya dulu di pesantren,kawan saya 60 orang,terjun ke masyarakat kyainya satu,kitabnya satu,asramanya satu,begitu terjun ke masyarakat,ada yang mejadi pegawai negri,ada yang menjadi pengusaha kaya,sampai mondar mandir ke jepang,ada yang jadi kaya saya,ada yang jadi kepala desa,padahal dulu satu kelas,ijazahnya sama,yang tidak sama nasib,

oleh itulah Allah memperingati jangan sampai timbul sifat hasad,Laa tatammanaau bimaa faddolallah ba’dohum ala ba’din : jangan kau berangan angan dengan apa yang allah berikan kepada orang lain,mengapa allah dijadikan tidak sama ada yang kaya ada yang miskin,dijadikan oleh allah kehidupan nasib tidak sama tadi supaya sebagian saling butuh membutuhkan

orang kaya misalnya,kalo di depan saya ada orang kaya saya minta maaf,percayalah orang kaya bahwa kekayaan yang kau miliki itu pasti hasil keringatnya orang miskin,sadar atau tidak sadar,kekayaan yang kau miliki itu adalah hasil keringatnya orang miskin,kau punya perusahaan pabrik tekstil apapun,pabrik apapun saja,kalo tidak ada karyawan yang kerja di pabrikmu,pabrikmu akan menjadi besi tua

dengan adanya karyawan yang kerja di pabrikmu orang miskin itulah yang kerja maka kau menjadi orang kaya sadarilah bahwa kekayaanmu adalah hasil keringat orang miskin,kau kaya katakanlah sawahmu seluas 100hektar,kalo tidak ada orang miskin yang mau macul disawahmu,tidak ada orang miskin yang mau kerja di sawahmu,persilahkan orang kaya,pacullah sawahmu yang 100hektar itu pacul sendirian,kau akan mati macul di tengah sawah

oleh sebab itu ini harus disadari,siapapun orang kaya pasti kekayaannya dari orang miskin,orang yang miskin pun juga harus bersyukur kepada allah al hamdulillah ada orang kaya,yang kaya kasian kepada miskin semua karyawannya dibayar sesuai apa yang dia peroleh,tidak ada penindasan manusia terhadap manusia,tidak ada pemerasan manusia terhadap manusia,yang kaya alhamdulillah saya kaya karna keringatmu maka saya wajib memperhatikan hidupmu,engkau sakit saya bawa kerumah sakit,saya biayain engkau,kau kerja,kekayaanku semua karna keringatmu,Subhanallah

kalo terjadi akhlak semacam ini alangkah indahnya dunia ini,kemudian yang miskinpun sadar,al hamdulillah ada orang kaya,saya bisa bekerja,anak saya bisa sekolah,istri saya bisa makan,al hamdulillah,oleh sebab itu saya wajib menghidupkan perusahaan ini,jangan sampai perusahaan ini bangkrut,sadar,yang miskin sadar yang kaya sadar,alangkah indahnya kehidupan yang seperti ini,ini yang ditekankan oleh agama

oleh sebab itu dalam bulan suci ramadhan ini kita bersihkan diri kita,untuk tidak bersifat tamak,hasud,iri hati,orang yang memiliki sifat hasud itu hidupnya sengsara

imam ghazali berkata : orang hasud itu ialah orang yang tidak senang melihat orang lain senang,kalo melihat orang lain senang,dia ingin kesenangan yang ada pada orang lain pindah kepada dia,subhanallah,sifat yang sangat jahat di tengah masyarakat

kalo sodara mempunyai sifat semacam ini,naudzubillah,tersiksa,bagaimana tidak tersiksa? Kalo tetangga kita ada 100 orang,lalu satu liat satu ada yang beli mobil,tetangga senang dia tidak senang,ada yang beli mobil dia tidak senang,ada yang bangun rumah dia tidak senang,ada yang beli perbaotan rumah tangga dia tidak senang,ada orang senang dia tidak senang,subhanallah penyakit kanker ini,menyiksa,bagaimana kita bisa hidup setiap melihat orang lain senang kita gondok,iri,apalagi ketika tidak dibarengi dengan iman,begitu dia hasud dengki,cari dukun cari tukang sihir,subhanallah subhanallah,mari di dalam bulan ramadhan ini kita perdalam bahwa nasib kita diatur oleh Allah,yang paling bagusnya manusia,ialah yang menerima dengan apa yang diberikan oleh Allah,subhanallah

syukuri apa yang ada,mudah mudahan Allah nanti menambahkan apa yang belum ada,kadang kadang yang sudah ada saja belum disyukuri,belum dinikmati,sudah menginginkan yang lain

syukurilah apa yang yang ada,dengan harapan Allah memberikan apa yang belum ada,tapi yang terpenting syukuri apa yang ada,sifat ini dipupuklah dalam bulan suci ramadhan,jangan dengki dengan orang,jangan tamak,serakah,ramadhan dijadikan bulan melatih diri,dermawan,karna biasanya orang itu mempunyai sifat kikir,pelit,sifat kikir dan sifat pelit itu tidak lebih dan tidak kurang karna disebabkan oleh cintanya terhadap harta,hubbuddunya ini cinta sama harta ini,itu juga termasuk penyakit,karna cintanya sama hartanya,maka timbullah penyakit baru yang namanya penyakit,pelit,medit,koret,nah ini sodara bulan ramadhan kita harus melatih diri untuk bersedekah,bersedekah dalam bulan ramadhan 10x lipat pahalanya,daripada diluar ramadhan,subhanallah subhanallah,ya kalo orang sudah cinta kepada dunia lalu pelit jangankan sama orang,buat dirinya juga pelit,duit di saku 100 ribu,dia mau ke kebayoran baru,dia tidak mau naik taksi,kalo perlu jalan kaki,kenapa dia tidak mau jalan kaki,karna takut duitnya yang 100ribu lepas,di tengah jalan dia haus,tetapi dia tidak mau membeli air minum,kalo perlu air tawar saja,dia cari sumur,takut duitnya lepas,subhanallah,kalo kepada dirinya saja dia sudah pelit,apalagi kepada orang lain,ini bisa terjadi,oleh sebab itu,sifat sifat semacam ini,imam ghazali memberi nama dengan sifat mazmumah,sifat yang tercela!!!

liat video di youtube 

 

Posted on January 3, 2014, in MasakanNyokap and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Berikan Komentar Anda Tentang Artikel Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: